Strategi Pemasaran yang Efektif untuk Membangun Penjualan yang Sukses

Kita tahu, strategi pemasaran dibagi menjadi langsung dan tidak langsung.

Namun, orang-orang di Indonesia kebanyakan masih melaksanakan strategi pemasaran langsung. Tidak hanya langsung, strategi pemasarannya juga berulang-ulang hingga terkesan mengganggu.

“Tidak boleh ada postingan promosi di sini!”

“Promosi = blokir dari grup!”

Seng promote minggir yo lur, ki dudu nggon e promot,” (Bahasa Jawa: “Yang promote minggir ya Mas/Mbak, ini bukan tempatnya promote,”)

Tentu, Anda pernah melihat kalimat-kalimat serupa bertebaran di media sosial. Saat ini, bahkan beberapa mimin (baca: Admin) grup memakai bot untuk secara otomatis kick orang-orang yang terlalu banyak mempromosikan barang atau jasa tertentu karena dianggap spammer.

Mungkin mereka tidak ada niat untuk merampok atau melakukan kejahatan tertentu (Amit-amit, kalau masuk grup, jangan sampai banyak ngeles, ya!).

Tapi, jangan-jangan… Strategi pemasaran yang efektif belum mereka pelajari.

Bagi sebagian orang, strategi pemasaran yang efektif boleh jadi sulit untuk bahkan dipikirkan, karena kita terbiasa dengan penawaran terus menerus tanpa mempedulikan perasaan calon prospek.

Dengan kata lain, kita susah belajar strategi pemasaran yang efektif karena otak kita sudah terbiasa dengan pemasaran yang tidak sesuai waktu, tempat, desain, dan sebagainya.

Oleh karena itu, artikel ini akan mengedukasi Anda sekalian mengenai strategi atau taktik pemasaran yang tidak nyebelin, tidak membuat terkesan seperti spammer yang menunggu giliran kick bot, dan sebagainya.

Berikut ini strategi pemasaran, yang, jika Anda terapkan, akan menjaring lebih banyak pelanggan dengan cara yang menyenangkan:

1. Perbaiki Desain Template, Posting, Dan Lain-Lain

Anda pasti sering menemukan postingan media sosial, spanduk, video, atau apa pun itu, yang dipenuhi dengan tulisan berukuran besar.

Tidak jarang, tulisan-tulisan ini menutupi sebagian (atau bahkan hampir keseluruhan) dari gambar. Semua kerusakan desain ini diperparah dengan banyaknya kesalahan lain lagi, termasuk namun tidak terbatas pada:

  • Warna latar belakang yang kalau bukan putih, pasti hitam (jadi persis seperti papan tulis kapur jaman dahulu kala).
  • Gambar yang sama sekali tidak berhubungan atau mewakili unsur produk barang atau jasa mana pun yang hendak dijual.
  • Terlalu banyak atau sedikit gambar, dan/atau ukuran gambar yang besar-kecilnya tidak proporsional satu dengan yang lainnya.
  • Potongan (rendering) gambar yang tidak sesuai dengan pesan dari kampanye yang akan diterapkan.

Coba bayangkan kampanye yang posting gambar dan tulisannya berbeda dengan masing-masing poin kesalahan yang dijabarkan di atas.

Sang pemasar hanya perlu menambahi beberapa kalimat deskripsi agar para pembeli tertarik.

Omong-omong mengenai kalimat deskripsi, sebagai strategi pemasaran yang efektif, simpanlah deskripsi dan tulisan yang banyak pada penjelasan produk. Jika memang perlu menggabungkannya dalam gambar, batasi hanya satu kalimat dengan maksimal lima kata.

Gunakan tampilan yang memiliki nilai estetika dan berwarna-warni saat mengerjakan kampanye pemasaran Anda. Lagipula, manusia lebih menanggapi warna-warni dibandingkan yang hitam putih. Jangan lupa menebalkan huruf, terutama untuk kata kuncinya.

2. Terlalu Banyak Memberondong Pelanggan Secara Individu

“Kaak, kita ada promo nih, wajan anti-lengket, gak pake minyak udah bisa goreng sendiri, lihat, nih…”

“Kaak, masa’ ga mau beli produknya? Aduh Kak, jangan ditinggal kabur, dong…”

Tentunya kita sering mendengar kalimat-kalimat tersebut pada beberapa SPB atau SPG di berbagai pusat perbelanjaan. Kita yang mendengarnya, tidak jarang merasa kesal.

Ironisnya, hal yang sama juga terjadi untuk kampanye pemasaran secara daring.

Untuk kampanye pemasaran daring, mungkin yang kita dengar bukanlah pesan-pesan ala orang yang sedang bucin seperti dua pesan di atas.

Alih-alih, kita lebih terbiasa dengan pesan pemasaran dan jawaban otomatis ala robot.

Sekali dua kali, mungkin oke untuk mengenalkan produk barang atau jasa atau menarik pelanggan yang dapat membeli sesuai dengan pasaran produk.

Jika berkali-kali, inilah yang menjadi masalah.

Karena itu, strategi pemasaran yang efektif harus membiarkan keputusan pembelian di tangan pelanggan. Keputusan yang di tangan kita selaku yang menciptakan dan mengeksekusi strategi pemasaran hanyalah seputar kampanye pemasaran yang lebih baik.

Oleh karenanya, sebagai bagian dari strategi pemasaran yang efektif, seharusnya ada pilihan untuk Unsubscribe atau sejenisnya.

Jika tidak memungkinkan untuk membuat pilihan seperti demikian, ada baiknya menanyakan langsung pada pelanggan yang dituju, seberapa sering konten pemasaran yang ingin mereka terima. Atau, apakah mereka sama sekali tidak ingin menerima konten.

Di sini, penulisan konten sangat berperan besar dalam menjual produk barang atau jasa. Penulisan konten pemasaran yang baik akan menonjolkan kelebihan dan menutupi kelemahan produk barang atau jasa secara tepat.

Jangan lupa, gunakan font yang tepat dan sapaan pembaca serta nada konten yang sesuai dengan nilai yang dianut perusahaan.

Ingat, keputusan dan tanggungjawab seputar konten dan kampanye pemasaran berada di tangan Anda. Intinya, sebagai bagian dari strategi pemasaran yang efektif dalam menjaring sebanyak mungkin pelanggan, buatlah konten yang menarik dan bervariasi sehingga para pemirsa dan pelanggan tidak bosan.

Yang lebih penting di atas segalanya, selalu perbarui strategi pemasaran yang Anda hendak jalankan.

Anda dapat melakukan ini dengan senantiasa membuka mata Anda pada peluang dan kesempatan baru yang lingkungan Anda tawarkan. Membaca berita dan berbagai buku yang terkait dengan usaha Anda juga mendorong Anda untuk memiliki wawasan mengenai lingkungan di sekitar Anda.

Memperbarui strategi dan eksekusi strategi pemasaran bukan hanya tentang membuat para pelanggan senantiasa tertarik dengan yang Anda tawarkan.

Alih-alih, ini semua adalah kesadaran bahwa segala sesuatu dalam hidup ini dinamis dan pasti ada masanya berubah.

Anda ingin mendapatkan Summary 20 Buku Bisnis Terbaik Dunia secara GRATIS? Silakan KLIK gambar di atas.

Slide1