Mindset Kesuksesan untuk Salesman dan Tenaga Penjual

Orang mungkin bisa menganjurkan anda untuk membangun pikiran positif, yang pada gilirannya akan mementukan kesuksesan anda dalam berbagai hal.

Dan memang, pendapat tersebut cenderung masuk akal, terutama bila kita perhatikan bahwa pesimisme akan membawa kita ke jurang keputusasaan yang malah membuat kita tidak produktif sama sekali. Nasihat serupa juga berlaku ketika anda bermaksud menjual sebuah produk.

Bahwa ketika anda menjual sebuah produk, positivisme akan selalu lebih baik daripada pesimisme.

Pertanyaan yang mengemuka adalah: bagaimana cara membangun pikiran positif di tengah kewajiban kita untuk menjual sejumlah produk sesuai ketentuan yang digariskan oleh atasan? Bukankah tidak mudah untuk membangun pikiran positif ketika diri kita terbebani oleh target perusahaan?

Kendati begitu, hal itu tidak berarti bahwa kita akan selalu kekurangan cara ketika berkeinginan membangun pikiran positif persis pada konteks di mana kita diwajibkan untuk menjual sebuah produk.

Sebelum beranjak membahas jawaban untuk antologi pertanyaan di atas, terlebih dahulu kita perlu mengemukakan alasan kenapa pikiran positif menjadi penting bagi para penjual yang menawarkan barang dagangan mereka untuk orang-orang tertentu.

1) Alasan pertama adalah karena pikiran positif akan menghasilkan kepercayaan diri yang tentu saja berguna ketika penjual berhadapan dengan pembeli, dan di antara mereka ada sebuah produk yang sedang ditawarkan.

2) Alasan kedua adalah karena pikiran positif akan membantu para penjual untuk yakin dengan segmen pembeli yang ingin disasar.

3) Pikiran positif merupakan langkah awal untuk memperoleh kesuksesan. Yakinlah bahwa produk yang anda jual bisa menyenangkan orang lain dan sekaligus bisa membawa manfaat bagi siapa saja yang menggunakannya.

Tiga alasan yang telah diabstraksikan di atas sebetulnya merupakan kunci awal dari keberhasilan penjualan. Pada intinya bisnis adalah soal menjual impian-impian, oleh karena itu wajar bila kita beranggapan bahwa impian tersebut tidak perlu dihancurkan oleh pesimisme yang berlebihan.

Juga mungkin perlu ditekankan bahwa pikiran positif semata tidak akan membuat impian menjadi nyata. Karena bisnis juga membutuhkan perencaaan dan strategi. Karenanya perlu ditekankan di sini, yang menjadi soal adalah bagaimana kita bisa mengkombinasikan pikiran positif dengan perencanaan bisnis yang baik.

Bagaimana Membangun Pikiran Positif
Ini adalah bagian paling sulit. Semua orang tahu bahwa terkadang berbicara yang muluk-muluk lebih enak dibandingkan mencontohkan tentang bagaimana membangun sikap positif. Karena itulah artikel ini akan membebarkan beberapa cara mudah membangun pikiran positif.

Harap diingat bahwa semua poin yang akan ditulis di bawah merupakan hal-hal yang berhubungan langsung dengan ego pribadi. Oleh karena itu ini sangat tergantung bukan pada strategi pemasaran dan penjualan, melainkan tergantung pada kapasitas ego individual.

• Selalu berbagi masalah kepada orang lain
Tentu seorang penjual tidak bisa berbagi masalah penjualan kepada atasannya, sebab atasan mungkin cenderung tidak peduli kepada masalah ego pribadi anda.

Karena itu mulailah untuk berbagi masalah (sekecil apapun itu) kepada orang-orang terdekat anda, masalah yang mungkin terkait dengan pekerjaan anda sebagai penjual sebuah produk. Nasihat dari orang-orang terdekat anda biasanya bisa memicu sikap dan pikiran positif dalam diri anda.

• Tulislah jurnal pribadi yang berisi segala hal mengenai hasil yang telah anda capai di hari-hari yang telah lewat. Rekamlah pencapaian maupun kegagalan, dan buatlah evaluasi diri berdasarkan hal-hal tersebut. Ini barangkali disebut metode kritik diri.

• Sadarilah kondisi serta situasi yang sedang anda hadapi. Jika terjadi penurunan motivasi, maka segera lakukan hal-hal yang mampu membangkitkan motivasi anda. Ambillah jeda sejenak dari segala rutinitas pekerjaan anda sebagai seorang penjual.

Slide1

Slide1