Menggapai Kejaiban Rezeki melalui Profesi Sales

Salah satu sisi religiositas yang mungkin bisa membantu anda memperoleh kesuksesan yang anda impikan adalah bersedekah.

Dari sedakah, rezeki akan mengalir; begitulah kira-kira yang diajarkan kepada kita. Nasihat sama juga berlaku ketika kita terlibat dalam sebuah tim manajemen penjualan.

Singkatnya, anda mungkin bisa berpikir bahwa kegagalan penjualan bisa jadi disebabkan problem metafisik, yakni anda kurang bersedekah.

Untuk mengetahuinya, anda bisa bertanya pada diri anda sendiri: seberapa seringkah saya membantu orang dengan sedekah?

Apakah setiap seminggu sekali, sebulan sekali, atau malah tidak pernah sekalipun saya bersedekah? Banyak orang bilang bahwa sedekah akan mempercepat rezeki. Dan ini merupakan sisi yang akan banyak dibicarakan di artikel ini.

Sebagaimana telah disebutkan di atas, rezeki yang akan dibicarakan pada artikel ini berkaitan secara langsung dengan segi manajemen penjualan produk sebuah perusahaan.

Tentu pada intinya manajemen penjualan terkait dengan perencanaan dan rancangan penjualan, dan seakan-akan tidak punya hubungan dengan rezeki. Akan tetapi bila kita melihatnya dari perspektif seperti yang sudah diutarakan di atas, maka mungkin berbicara kaitan antara rezeki dan manajemen penjualan menjadi terlihat masuk akal. Lalu bagaimana sebetulnya kaitan antara keduanya?

Lebih jauh lagi, bisakah keduanya dikait-kaitkan? Sebelum membahas lebih rinci tentang jawaban atas kedua pertanyaan tersebut, ada baiknya kita melihat sedikit tentang bagaimana sebetulnya sisi rezeki dan manajemen penjualan saling berkaitan.

Konsep Rezeki dan Hubungannya dengan Manajemen Penjualan
Kita tahu bahwa manajemen penjualan selalu terkait dengan strategi dan pelaksaaan rencana. Jika rencana dieksekusi dengan baik, maka mungkin seorang pengusaha akan mendapatkan profit sepadan atas apa yang telah ia lakukan.

Jika begini ceritanya, maka rezeki yang terus-menerus bisa dijamin jika pengusaha melalukan dua hal berikut:

• Seorang pengusaha yang mendapat untung, katakanlah, sekitar 20 Juta dari keseluruhan penjualan, maka ia bisa bersedekah sebanyak 500 ribu rupiah. Itu adalah 2.5 % bagian yang menjadi hak fakir miskin yang tidak seberuntung sang pengusaha.

• Maksimalkan keuntungan anda, sambil tidak melupakan orang-orang yang tidak seberuntung anda. Niscaya anda akan mendapatkan manfaat dari keajaiban rezeki.

Rasionalitas
Tentu apa yang telah ditulis di atas sebetulnya merupakan gambaran, sebuah abstraksi tentang keajaiban rezeki.

Abstraksi semacam itu tidak akan berarti apa-apa bila kita tidak menyadari bahwa apa yang paling penting dari manejemen penjualan/bisnis adalah impelementasi strategi, yang pada dasarnya tidak boleh melupakan konsep sedekah juga. Jika seorang pengusaha tidak melupakan konsep ini, maka ia pasti akan mendapatkan keajaiban rezeki. Lalu bagaimana konsep tersebut mesti dipahami?

Ada beberapa bentuk keajaiban rezeki yang bisa anda kenali. Kita akan memulainya dari konsep yang berkutat di seputar lingkar diri:

• Keajaiban 1: tuliskan mimpi-mimpi anda dan kenali apakah apa yang anda kerjakan saat ini bisa membantu anda mewujudkannya.
• Keajaiban 2: kembangkanlah kecerdasan emosional dan selalu bersedekah
• Keajaiban 3: berikanlah sedekah dan perbanyak amalan ibadah
• Keajaiban 4: Tunjukkanlah kelebihan produk anda, pastikan bahwa anda menjual barang yang bermanfaat.

Pikirkan juga lingkar di luar diri anda. Maksudnya, jangan lupakan bahwa kesuksesan anda ditentukan oleh hubungan anda dengan orang lain. Kuasailah ilmu yang diperlukan, yang berkaitan dengan teknik-teknik pemasaran dan perdagangan.

Juga, jangan lupakan relasi anda dengan keluarga karena restu keluarga merupakan satu langkah yang setidaknya akan menguatkan anda. Jika anda bisa mempertimbangkan sisi rasionalitas semacam ini, maka mungkin anda akan mendapatkan keajaiban rezeki yang anda inginkan.

Slide1

Slide1