Prinsip dalam Mengelola Brand Strategy dan Brand Management

Brand Asset Management adalah proses yang telah terbukti untuk mengelola brand sebagai aset untuk memaksimalkan nilai mereka. Proses ini melibatkan empat tahapan kunci.

Phase One: Developing a Brand Vision

Pertama, menentukan strategi dan tujuan keuangan dan tujuan yang ingin dicapai oleh brand anda:
a) Seberapa baik Visi Bran anda dalam hubungannya dengan tujuan perusahaan? Jika tidak berhubungan, dapatkah Brand Asset Management membentuk hubungan itu?
b) Jurang pertumbuhan keuangan apa yang ingin anda atasi? Berapa banyak total dolar yang bisa diperoleh ?
c) Apakah pejabat manajemen setuju dengan tujuan dan obyektif brand ini? Apakah brand akan dilihat sebagai sebuah aset atau hanya piranti pemasaran ?

Dapatkan t-shirt keren dengan desain Android, Apple, Blackberry, serta kaos fan Manchester United dan Barcelona DISINI.

Phase Two: Determining Your Brand Picture
Tujuan dari fase ini adalah untuk memahami persepsi pelanggan dan sudut pandang brand anda dalam kaitannya dengan persaingan dan peluang pertumbuhan. Fase ini menanyakan beberapa hal berikut :

a) Diantara pelanggan yang ada saat ini dan yang menjadi target, apakah bran anda benar-benar dapat berdiri hari ini? Apakah kekuatan dan kelemahannya? Bagaimana jika brand kita dibandingkan dengan brand pesaing anda ?

b) Seberapa konsisten gambaran brand kita dibandingkan berbagai segmen konsumen yang lain?

c) Gambaran apa yang kita inginkan tentang brand kita di masa yang akan datang? Kontrak apa yang diinginkan? Bagaimana cara kita menjembatani jurang antara hari ini dan besuk ?

d) Bagaimana pelanggan kita membuat pilihan brand? Apakah kriteria utama pembelian mereka? Bagaimana brand kita bisa memenuhi kriteria tersebut dan dengan pesaing kita ?

e) Apakah yang tidak sesuai dengan keperluan pelanggan dan apa yang bisa dilakukan oleh brand kita saat ini?
Anda dapat mengunduh slide powerpoint tentang manajemen pemasaran dan strategi bisnis di sini

Phase Three: Developing a Brand Asset Management Strategy

Tujuan dari fase ini adalah untuk menentukan basis strategi yang tepat untuk mencapai tujuan dan obyektif yang dinyatakan dalam Visi Brand dan di dalam persepsi pasar dan dari sudut pandang Gambaran Brand. Fase ini diarahkan dengan menggunakan pertanyaan berikut :

1) Strategi berdasarkan brand apa yang harus kita pergunakan untuk mencapai perkembangan tujuan yang telah digariskan dalam Visi Brand ?

2) Posisi apakah yang tepat untuk brand kita? Apakah posisi yang unik, kredibel, bernilai, tangguh dan sesuai dengan persepsi internal dan eksternal ?

3) Bagaimana cara memperluas brand kita? Apakah batas-batas yang ada? Layar apa yang harus kita pergunakan sebagai daya angkat untuk membuat keputusan yang dapat diperluas? Peluang produk apa yang ada di brand kita ?

Studi kasus menarik mengenai strategi mendapatkan income tambahan dari online marketing bisa di-download disini.

4) Strategi kanal apa yang dapat mendukung tujuan kita dan obyektif untuk brand kita? Apakah cara terbaik yang bisa mempengaruhi kanal dengan brand kita

5) Dapatkah kita menghargai brand kita di tingkat yang premium berdasarkan kekuatannya dibandingkan dengan para pesaing? Seberapa mahalkah itu? Apa lagi yang bisa kita manfaatkan dari brand kita untuk meningkatkan keuntungan kita

6) Taktik komunikasi apa yang dapat memperkuat brand kita dan memaksimalkan nilai aset kita? Di manakah kekuatan proses penjualan?

7) Sekali kita bisa mencapai kekuatan tersebut, bagaimana cara kita menjaganya dan mengambil keuntungan selanjutnya?

8) Bagaimana cara kita memaksimalkan kekuatan kita dengan usaha pembentukan brand?

Phase Four: Supporting a Brand Asset Management Culture
Tujuan kedua langkah di fase ini adalah untuk menentukan cara kita dalam menggunakan brand sebagai sebuah aset dan memastikan strategi yang anda rekomendasikan dapat diterapkan dan diukur. Fase ini menggunakan beberapa pertanyaan berikut :

1) Bagaimana seharusnya kita membentuk organisasi kita untuk memaksimalkan keberhasilan brand? Bagaimana cara kita meninjau dan menghargai hal-hal yang telah terlibat dengan pengelolaan brand kita sebagai sebuah aset?

2) Matrik apa yang harus kita pergunakan untuk mengevaluasi kinerja brand kita ?

3) Keputusan apa yang bisa diberikan oleh matrik itu untuk membantu kita ?

4) Bagaimana cara kita bisa melakukan pelatihan yang efektif dan mendidik pegawai kita tentang strategi Brand Asset Management ? Bagaimana cara kita melibatkan manajemen senior untuk dapat secara aktif terlibat, mendukung dan berkomitmen dengan usaha kita ?

Studi kasus menarik mengenai strategi mendapatkan income tambahan dari online marketing bisa di-download disini.

Sumber Referensi :
Scott M. Davis, Brand Asset Management: Driving Profitable Growth Through Your Brands, Jossey Bass.

Slide1

Slide1