Brand Management, Brand Loyalty dan Brand Strategy

Brand Loyalty, merupakan konstruksi utama dalam pemasaran, merupakan tingkat kesukaan pelanggan terhadap merk. Hal ini dapat mencerminkan seberapa besar kemungkinan bagi pelanggan untuk berpindah ke merk lain, terutama ketika merk tersebut membuat perubahan baik pada harga maupun keistimewaan produk.

Seiring dengan meningkatnya Brand Loyalty, maka kerentanan berbasis pada pelanggan dalam tindakan kompetitif dapat berkurang. Ini merupakan salah satu indikator dari ekuitas merk yang dapat ditunjukkan dalam kaitannya dengan keuntungan di masa depan, karena Brand Loyalty menerjemahkan secara langsung penjualan di masa depan.

Terdapat berbagai tingkatan loyalitas. Tingkat bawah dari loyalitas adalah pembeli yang tidak loyal yaitu yang benar-benar tidak tertarik terhadap merk. Setiap merk dianggap cukup dan nama merk memainkan sedikit peran dalam keputusan pembelian.

Studi kasus menarik mengenai online marketing strategy bisa di-akses disini.

Tingkat kedua melibatkan pembeli yang puas dengan produk atau minimal tidak merasa tidak puas. Pada dasarnya, tidak terdapat dimensi ketidakpuasan yang cukup untuk merangsang perubahan terutama jika perubahan tersebut melibatkan usaha. Para pembeli ini mungkin disebut pembeli kebiasaan. Segmen tersebut dapat menjadi rentan terhadap pesaing yang dapat menciptakan keuntungan yang terlihat. Namun, mereka dapat sulit dijangkau karena tidak ada alasan bagi mereka untuk memilih alternatif.

Tingkat ketiga berisi mereka yang puas, serta memiliki dana, waktu, biaya, atau resiko kinerja yang berkaitan dengan perubahan. Untuk menarik para pembeli ini, pesaing harus dapat mengatasi biaya perubahan dengan menawarkan bujukan untuk mengubahnya atau sebagai kompensasi dengan menawarkan manfaat yang cukup besar. Kelompok ini dinamakan loyal pada biaya perubahan.

Di tingkat keempat kami menemukan mereka yang benar-benar menyukai merk. Preferensi mereka mungkin berdasarkan pada asosiasi seperti simbol, beberapa pengalaman penggunaan, atau kesan yang tinggi terhadap kualitas. Segmen di tingkat keempat mungkin bisa disebut sebagai teman dari merk karena terdapat ikatan emosional/perasaan.

Tingkat tertinggi adalah pelanggan yang berkomitmen. Mereka memiliki kebanggaan menemukan dan/atau menjadi pengguna merk. Merk sangat penting bagi mereka baik secara fungsi maupun sebagai ungkapan tentang siapa mereka. Mereka sangat yakin sehingga mereka akan merekomendasikan merk kepada yang lain.

Studi kasus menarik mengenai online marketing strategy bisa di-akses disini.

Pelanggan yang berkomitmen utama adalah pengendara Harley Davidson yang menggunakan simbol Harley sebagai tato, pengguna Macintosh yang cenderung menunjukkan dan akan menghabiskan banyak usaha untuk memastikan bahwa kenalannya tidak membeli IBM dan melupakan kepuasan dari Macintosh yang mudah digunakan, atau pemilik Beetle di tahun 1960 yang memamerkan mobil yang bergaya.

Sumber Referensi:
David Aaker, Managing Brand Equity, Free Press.

Slide1

Slide1