Product Life Cycle atau Memahami Siklus Hidup Produk dalam Manajemen Pemasaran

Setiap barang yang dipasarkan, baik itu berupa produk maupun jasa layanan, memiliki siklus yang dimulai dari awal ketika mereka mulai dipasarkan dan berakhir ketika produk tersebut mulai mengalami penurunan yang bisa disebabkan karena penurunan minat masyarakat, situasi ekstrem yang memengaruhi nama produk, atau penurunan kualitas.

Product Life Cycle alias Siklus Produk merupakan bagian dari analisis bisnis dan pemasaran yang berfokus pada empat tahap produk yaitu:

• Introduction (Pengenalan), yaitu ketika produk atau layanan baru diluncurkan.

• Growth (Perkembangan), yaitu ketika produk atau layanan mulai dikenal dan mulai menarik minat konsumen.

• Maturity (Kematangan), yaitu tahap dimana permintaan akan produk atau layanan sudah berada dalam tahap stabil dan arus distribusi mengalir lancar.

• Penurunan (Decline), yaitu tahap dimana jumlah permintaan akan produk atau layanan mulai menurun akibat persaingan, perubahan selera masyarakat atau situasi ekstrim yang merusak citra produk.

Memahami siklus produk sangat penting dalam ilmu pemasaran, karena ini membantu perusahaan untuk menentukan daya tarik produk saat dipasarkan dan seberapa menguntungkan atau merugikan hasil dari pemasaran produk ini.

GRATIS - 7 materi pelatihan yang WOW dan 5 ebook yang LUAR BIASA tentang Ilmu Bisnis dan Digital Marketing. Download Gratis Sekarang.

Penjelasan Siklus Produk
Setiap produk yang berada di siklus tertentu memiliki karakteristik berbeda-beda, baik dalam hal tujuan pemasaran, harga, sistem distribusi dan sebagainya. Berikut penjelasan untuk dua tahap awal.

• Introduction
Di tahap ini, produk baru diperkenalkan. Tujuan pemasaran masih berpusat pada menarik perhatian masyarakat serta mengundang investor. Kompetisi mungkin masih sedikit, dan penjualan sedikit meningkat setelah didukung promosi. Profitnya masih belum ada atau negatif, dan produknya mungkin baru satu-dua macam. Jalur distribusi sedikit dan harganya masih bergantung pada jenis produknya. Usaha pemasaran masih bersifat informatif (sekedar memberitahu).

• Growth
Di tahap ini, produk mulai meraih kepopuleran. Tujaun pemasaran sudah bukan lagi menarik perhatian melainkan lebih ke perluasan lini produk. Kompetisi mungkin mulai banyak, namun di saat yang bersamaan profit dan jumlah penjualan mulai meningkat. Produk pun semakin diperluas lininya, dan kisaran harga sudah mulai bervariasi. Lokasi distributor juga makin luas, dan usaha pemasaran mulai bergeser ke arah inovatif.

• Maturity
Pada tahap ini, tujuan pemasaran adalah mempertahankan kualitas yang membuat produk ini disukai. Penjualan sudah mulai stabil, termasuk dalam hal arus distribusi (dimana jumlah distributor sudah mencapai jumlah terbesar yang bisa dicapai). Jumlah lini produk pun sudah maksimal dan kompetisi pun sedang hangat-hangatnya, walau mungkin profit agak sedikit menurun. Dalam hal ini, tujuan pemasaran sudah berupa pemasaran kompetitif, untuk mengangkat citra produk di atas pesaingnya.

• Decline
Pada tahap ini, penjualan sudah menurun dan profit jauh lebih rendah. Lini produk pun mulai dikurangi sehingga yang masih dijual tinggal produk yang paling banyak peminatnya. Kompetisi berkurang karena produk juga menurun dalam hal daya saing, dan jumlah distributor menurun. Sifat pemasaran pun kembali ke tujuan semula yaitu informatif.

Dalam hal ini, produsen memiliki tiga pilihan; ia bisa mengurangi produknya, merombak total produknya, atau menariknya karena sudah tidak ada peminatnya lagi.

GRATIS - 7 materi pelatihan yang WOW dan 5 ebook yang LUAR BIASA tentang Ilmu Bisnis dan Digital Marketing Download Gratis Sekarang.

Free Ebook

Dapatkan Lima Buku Dahsyat tentang Karir, Strategi Bisnis, Motivasi dan Financial Freedom secara GRATIS!