Kenapa Manajer Pemasaran Gagal Memenuhi Target Penjualan

Salah satu hal yang paling ditakuti oleh seorang marketer adalah bila target penjualan tidak mencapai hasil yang diinginkan. Ini merupakan momok yang paling ditakuti oleh mereka yang bertanggung jawab di bidang penjualan.

Tentu bos anda tidak mau tahu penyebab menurunnya target penjualan atau target penjualan yang tidak mencapai ekspektasi.

Dia hanya tahu bahwa anda dibayar besar dan oleh karenanya anda diwajibkan memberikan keuntungan yang sesuai dengan bayaran anda yang besar. Karena itu bagi marketer yang bergaji besar, penurunan angka penjualan adalah sebuah cacat prestasi. Memalukan.

Tetapi perlu diketahui pula ada banyak faktor yang bisa menyebabkan penurunan penjualan, dan beberapa faktor mungkin menunjukkan bahwa tidak semua kesalahan bisa dibebankan kepada anda sebagai seorang marketer.

Artikel ini akan menjabarkan faktor-faktor yang bisa menurunkan tingkat penjualan sebuah produk. Atau dengan kata lain, anda akan mendapatkan sejumlah penjelasan faktor-faktor apa yang menyebabkan target penjualan tidak tercapai.

Sebelum membahas hal tersebut, anda mungkin bisa menemukan jawaban lucu ketika anda bertanya kepada seseorang mengapa target penjualan tidak tercapai. Orang itu menjawab: entah karena orang tidak memiliki uang untuk membeli apa yang dijual atau karena apa yang sedang dijual tidak lagi menjadi apa yang orang inginkan.

Tentu ini adalah sebuah jawaban ngawur. Kebanyakan bisnis serius memiliki perencanaan yang matang dan jelas, karena itu bisa jadi masalahnya ada di bagian perencanaan penjualan dan marketing.

Faktor-Faktor Penyebab

Berikut beberapa faktor penyebab mengapa target penjualan di perusahaan anda tidak sesuai dengan ekspektasi:

1) Tingkat partisipasi yang rendah
Setiap bisnis tentu memiliki jejaring yang menghubungkan satu orang dengan yang lainnya. Di sinilah faktor kurangnya partisipasi dari karyawan, pemilik, kepala bagian, dan pihak-pihak lain berperan besar terhadap penurunan penjualan.

Semua orang yang terikat pada tanggung jawab penjualan mesti memberikan 100 % kepada perusahaan. Sedikit saja partisipasi berkurang, maka penjualan aka nada di angka nol besar.

2) Rasa pesimis
Anda belum mengimplementasikan rencana penjualan, tapi anda sudah merasa pesimis?

Pandangan pesimis merupakan pengahalang besar bagi cita-cita pribadi dan cita-cita perusahaan. Selain itu, sikap pesimis merupakan satu hal yang akan memberikan dampak negatif bagi penjualan. Ini juga menunjukkan mental lemah yang berpotensi menunjukkan ketidakyakinan kepada produk yang dijual. Rasa pesimis juga memicu rasa putus asa ketika menemukan hambatan di tengah perjalanan.

3) Sok tahu
Tampaknya sudah menjadi kodrat manusia untuk berlaku seolah-olah mereka tahu segalanya. Dalam manajemen penjualan, sikap seperti ini tidak membantu. Ketika anda merasa sok tahu, maka anda akan merasa lebih dibandingkan orang lain.

Menganggap derajat pengetahuan mereka berada di bawah anda. Oleh karena itu faktor sok tahu ini bisa menjadi penghalan karena tiadanya keinginan untuk belajar dari orang lain, dan dari segala kesalahan di masa lalu.

4) Tak ingin menyelesaikan masalah
Segala jenis usaha pasti memiliki hambatan-hambatan, dan tugas anda adalah mengenali hambatan dan menyelesaikan setiap masalah yang diakibatkan olehnya. Jangan bersikap cuek terhadap segala masalah yang berkaitan dengan manajemen penjualan. Selesaikanlah setiap masalah yang ada dengan cara efektif dan dalam tempo sesingkat-singkatnya.

5) Tidak melakukan apapun untuk mencapai target yang telah dicanangkan.
Mengenali segala faktor di atas tentu membantu anda untuk mengidentifikasi masalah dan menjawab kenapa target penjualan tidak sesuai dengan ekspektasi yang dilekatkan kepadanya.

GRATIS - 7 materi pelatihan yang WOW dan 5 ebook yang LUAR BIASA tentang Ilmu Bisnis dan Digital Marketing Download Gratis Sekarang.

Free Ebook

Dapatkan Lima Buku Dahsyat tentang Karir, Strategi Bisnis, Motivasi dan Financial Freedom secara GRATIS!