Cara Memotivasi Diri Sendiri Agar Sukses Menjadi Salesperson

Pada intinya manajemen penjualan sebuah produk terkait dengan bagaimana caranya kita memberdayakan tenaga (orang-orang) yang bertanggung jawab terhadap penjualan sebuah produk.

Jika anda adalah orang yang bertanggung jawab terhadap penjualan sebuah produk, maka anda mesti paham bahwa penjual adalah ujung tombak yang akan menentukan apakah produk anda laku atau tidak.

Nyata bahwa setiap penjual mungkin telah anda bekali dengan berbagai ketrampilan yang terkait dengan, misalnya, cara menjual produk dengan efektif. Tetapi benar bahwa anda tidak bisa ikut campur dalam hal-hal yang bersifat subjektif, misalnya, bahwa penjual juga bisa merasa terdemotivasi, atau kekurangan motivasi.

Artikel ini tidak bermaksud untuk memaparkan tentang bagaimana anda – sebagai seorang manajer penjualan – bisa ikut memotivasi para anak buah anda (penjual). Lebih dari itu, artikel ini bermaksud untuk berbicara hal-hal yang lebih umum dan berkaitan dengan motivasi diri para penjual.

Pada intinya seumu orang bisa menjual berbagai produk seperti ide, tulisan, kritik, dan lain sebagainya; kendatipun mereka berada dalam posisi bukan sebagai orang yang mencari keuntungan atas penjualan sebuah produk.

Jadi kami beranggapan bahwa semua orang – kritikus, pengacara, penyair, penjual sepatu, sales telepon seluler, dan lain-lain – akan selalu berusaha membujuk orang lain supaya mereka mau “membeli” produk yang dijual.

Bagaimana cara anda menjual produk tergantung kepada strategi pemasaran. Tetapi sebelum penjual menjual produknya, ada baiknya ia menempa diri untuk mendapatkan motivasi lebih.

Beberapa Cara Mudah untuk Memotivasi Diri
Ada banyak buku motivasi diri, yang barangkali bisa anda beli dan anda baca supaya motivasi pribadi bisa ditingkatkan. Kami tidak akan menyebut judul buku apa yang bisa membantu anda memotivasi diri anda.

Namun di sini kami memutuskan untuk berbagi cara mudah untuk memotivasi diri ketika anda sedang menjadi penjual produk tertentu.

Mari kita mulai dengan beberapa poin dan kalimat:

• Percaya kepada produk. Ini mungkin terlihat abstrak, namun pada intinya anda harus mempercayai apa yang akan anda jual. Ketika menawarkan sebuah produk, pastikan bahwa anda berbicara hal-hal positif tentang produk anda. Jangan sampai pembeli merasa jijik dengan produk yang anda bawa. Hindarilah mengeluh dan mulai dengan sedikit kegembiraan: bahwa produk yang anda jual mungkin bisa membahagiakan orang lain.

• Bawalah kemasan produk yang menarik perhatian. Dengan membawa produk semacam itu, anda akan cenderung lebih percaya diri dengan apa yang akan anda jual.

• Tersenyumlah sebab pembeli akan lebih tertarik kepada penjual yang berpandangan optimis.

• Percaya dirilah ketika anda memberikan nama anda kepada pembeli.

• Perhatikan selalu bahasa tubuh orang lain. Di sini intinya adalah menarik perhatian pembeli. Akan tetapi anda harus bisa mengenali ketika orang itu tidak tertarik dengan barang dagangan anda.

• Pada intinya, seorang penjual selalu takut terhadap kegagalan, karena itu akan lebih baik bila anda berpandangan bahwa sikap marah yang agresif akan selalu lebih baik daripada terus menerus takut gagal.

• Gaya persuasif penuh kehangatan, sekaligus agresif, bisa menjadi beberapa kunci untuk memotivasi anda. Ini dilakukan supaya anda yakin bahwa orang di sekitar anda akan bersikap positif ketika anda datang menawarkan sebuah produk.

Cara mudah memotivasi diri di atas bisa anda terapkan ketika anda diserahi tugas untuk menjual produk-produk bos anda.

Perlu diketahui bahwa segala hal akan tergantung pada diri anda, dan bukan dari kemampuan menjual atau lisensi pelatihan penjualan yang telah anda dapatkan, walaupun keduanya juga barangkali penting ketika kita berbicara mengenai menajemen penjualan.

GRATIS - 7 materi pelatihan yang WOW dan 5 ebook yang LUAR BIASA tentang Ilmu Bisnis dan Digital Marketing Download Gratis Sekarang.

Free Ebook

Dapatkan Lima Buku Dahsyat tentang Karir, Strategi Bisnis, Motivasi dan Financial Freedom secara GRATIS!