Bagaimana Cara Menyusun Marketing Plan atau Rencana Pemasaran dengan Baik ?

Terdapat banyak cara serta model dalam Strategi Menyusun Rencana Pemasaran karena sebetulnya tidak memiliki standar yang baku, baik itu dalam bentuk ataupun isinya.

Menyusun rencana pemasaran mesti sistematis, tapi kualitas rencana pemasaran yang dibuat sangat bergantung pada pembuatnya dan tentu saja akan lebih baik bila melibatkan pihak-pihak yang terkait langsung dengan proses pemasaran.

Rencana pemasaran ini mesti bisa membuat wirausahawan supaya dapat mengarahkan usaha ukm pada pencapaian tujuan yang sudah direncanakan serta bisa membantu mengembangkan, memperbaiki serta menciptakan ide-ide baru dalam bidang pemasaran.

Dan tujuan akhirnya akan meningkatkan pendapatan usaha dalam jangka panjang.

Cara menyusun rencana pemasaran harus lah mempertimbangkan beberapa hal, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Gambaran pokok cakupan usaha yang sedang atau akan wirausahawan jalankan. Bergerak di bidang usaha apa, jasa, distributor, perdagangan atau makanan?

2. Memposisikan Produk, yaitu menentukan posisi produk dipasar seperti apa yang dapat menunjukan perbedaan dibandingkan produk pesaing. Keunikan, kreativitas dan keunggulan menjadi sangat penting sebagai pembeda produk kita di pasar.

GRATIS - 7 materi pelatihan yang WOW dan 5 ebook yang LUAR BIASA tentang Ilmu Bisnis dan Digital Marketing. Download Gratis Sekarang.

3. Menentukan visi dan misi yang mesti dibuat sesederhana mungkin. Pastikan visi dan misi dapat memberikan kesan mendalam serta selalu diingat konsumen, misi yang dibuat tersebut bisa juga dijadikan moto perusahaan.

4. Menetapkan jangka waktu pemasaran dan juga tujuan pemasaran. Tulis tujuan tersebut dengan baik serta pasang di mana setiap orang karyawan khususnya staf pemasaran mudah untuk melihatnya.

5. Melakukan analisa “SWOT” – Strengths Weaknesses Opportunities Threats, yaitu menganalisa kekuatan, kelemahan, peluang, serta ancaman dengan memberikan jalan keluar kepada setiap kelemahan dan ancaman yang dimiliki.

6. Memilih strategi yang tepat guna disesuaikan dengan analisa SWOT yang sudah dilakukan sebelumnya. Berikan alasan yang kuat kenapa strategi tersebut yang dipilih.

7. Menentukan alat pemasaran, dimulai dari menetapkan sifat fisik produk termasuk strategi bauran produk, syarat-syarat penentuan lokasi dan juga metode distribusi yang dipakai.

8. Membangun bagan rencana pelaksanaan pemasaran yang mencakup jenis kegiatan, waktu pelaksa-an, penanggung jawab, tempat pelaksanaan, tujuan yang ingin dicapai, serta biaya yang dibutuhkan guna rencana tersebut terlaksana.

9. Menetapkan ukuran keberhasilan, ini penting agar bisa mempermudah sewaktu evaluasi dilakukan, dan tetapkan juga alat ukur evaluasi yang bisa dipakai supaya semuanya dapat terukur secara tepat dan sekaligus bisa memperbaiki setiap kesalahan yang terjadi.

10. Tetapkan Waktu yang tepat saat pelaksanaan pemasaran. Bagaimana menyesuaikan pelaksanaan dengan kebiasaan para calon pembeli (harian, mingguan, bulanan, maupun tahunan). Atau bisa juga untuk even even tertentu, misalkan valentine, natal dan idul fitri.

Strategi pemasaran dirumuskan berdasarkan SWOT dan sasaran yang ingin dicapai, dan penetapannya terutama didasarkan pada pertimbangan biaya dan manfaat, serta kemampuan sumberdaya untuk melaksanakannya. Contoh pernyataan strategi pemasaran kecap lokal merek X (hipotetik) dipaparkan di bawah ini.

1. Pasar sasaran : Kelas menengah ke bawah.
2. Penempatan : Produk kecap yang kaya dengan protein, enak dan murah
3. Lini produk : Melakukan diversifikasi merek dan kemasan untuk membedakan segmen pasar kelas menengah dan kelas bawah dan dengan harga yang berbeda.

4. Harga : Sedikit lebih rendah dari harga pesaing
5. Saluran distribusi : Konsentrasi pada warung-warung, grosir, dan warung baso, dan mie rebus.
6. Tenaga penjual : Menambah jumlah dan meningkatkan kemampuan tenaga penjual serta memberikan insentif yang baik.
7. Pelayanan : Produk mudah dan murah untuk diperoleh.

8. Promosi : Meningkatkan anggaran promosi untuk mencetak leaflet/ spanduk kecil yang akan ditempatkan di warung-warung, serta untuk hadiah.
9. Litbang : Menaikkan anggaran sebesar 10% untuk menyempurnakan disain label kemasan untuk segmen kelas menengah.

10. Riset Pemasaran : Menekankan pada kegiatan marketing intelegent untuk mengamati gerak-gerik pesaing, serta melakukan jajak pendapat mengenai persepsi konsumen terhadap produk kecap merek X.

11. Program Aksi. Berisi rincian setaip unsur dari strategi pemasaran yang telah disusun, terutama untuk menjawab apa yang akan dilakukan, kapan dilakukan, siapa yang melakukan, dan berapa biayanya?

12. Proyeksi Rugi Laba. Menyusun anggaran dan proyeksi rugi laba dari rencana pemasaran yang akan dilakukan.

13. Pengendalian. Menyusun rencana evaluasi dan monitoring secara berkala mengenai pelaksanaan rencana, sehingga penyimpangan dalam pelaksanaan dapat segera dilakukan pengendalian.

Kreatif dan inovatif dalam menyajikan pemasaran menjadi hal yang akan membuat konsumen tertarik dengan barang atau jasa produksi Anda. Banyak orang yang hanya sibuk mengembangkan inovasi terhadap barang atau jasa, tapi lupa melakukan inovasi pemasaran.

Oleh karena itu tak heran bagi mereka yang mampu melakukan inovasi pemasaran dengan baik akan menghasilkan penjualan yang lebih besar dibanding mereka yang hanya sibuk membangun kualitas produk tanpa memperhatikan pemasaran.

GRATIS - 7 materi pelatihan yang WOW dan 5 ebook yang LUAR BIASA tentang Ilmu Bisnis dan Digital Marketing Download Gratis Sekarang.

Free Ebook

Dapatkan Lima Buku Dahsyat tentang Karir, Strategi Bisnis, Motivasi dan Financial Freedom secara GRATIS!