Aspek-aspek Utama dalam Ilmu Manajemen Pemasaran

Dalam mata rantai produksi dan distribusi komoditas, pemasaran menjadi sebuah konsep penting yang hendaknya diletakkan dalam derajat pemaknaan yang berbeda, dibandingkan dengan konsep lain seperti transaksi dan penjualan.

A. Definisi Singkat mengenai Pemasaran. Secara definitif, pemasaran diartikan sebagai pelaksanaan dunia usaha (bisnis) di mana komoditas yang terdiri dari jasa dan barang-barang diarahkan dari produsen ke konsumen.

Definisi ini diajukan oleh American Marketing Association, dan tentu saja tidak cukup karena hanya menekankan aspek distribusi barang dan jasa ketimbang kegiatan pemasaran yang khusus.

Secara singkat, definisi dari American Marketing Association it tidak memberi gambaran yang lengkap tentang makna pemasaran, sehingga orang tidak paham fungsi-fungsi apa saja yang dicakup oleh konsep tersebut. Namun tentu saja makna pemasaran yang dirancang oleh American Marketing Association hanyalah satu definisi, dari sekian banyak definisi, tentang pemasaran yang bisa kita temukan.

Sementara kita telah mendapatkan sebuah definisi awal mengenai pemasaran, Philip Kotler mengartikan konsep tersebut dalam jangkauan yang lebih luas, yakni sebuah proses sosial yang meilbatkan kelompok dan individu, di mana mereka mendapat apa yang dibutuhkan dan diinginkan dengan cara mempertahankan produk dan nilai tertentu.

Artikel ini telah memberikan dua definisi berbeda mengenai pemasaran. Di bagian selanjutnya kita akan melihat beberapa definisi lain yang mungkin berbeda mengenai konsep pemasaran dan maknanya, terutama bagi bisnis di mana penjualan produk/komoditas menjadi ujung tombaknya.

A.1 Pemasaran dan Definisi Lain tentangnya

GRATIS - 7 materi pelatihan yang WOW dan 5 ebook yang LUAR BIASA tentang Ilmu Bisnis dan Digital Marketing. Download Gratis Sekarang.

Adalah William J. Stanton yang mendefinisikan pemasaran sebagai sebuah sistem yang secara keseluruhan terdiri dari banyak kegiatan bisnis. Masing-masing kegiatan bertujuan untuk tidak hanya mendistribusikan barang dan jasa, melainkan juga mempromosikan, menentukan dan merencanakan harga. Barang dan jasa yang dijual dimaksudkan sebagai pemuas kebutuhan pembeli maupun calon pembeli potensial.

Selain definisi di atas, pemasaran juga terkait dengan proses managerial dan sosial di mana kelompok dan individu di dalamnya mendapatkan apa yang dibutuhkan dengan cara menciptakan produk, menawarkan, dan mengadakan transaksi pertukaran dengan pembeli.

Secara keseluruhan, konsep pemasaran dimaksudkan sebagai cara untuk menghasilkan laba yang diperoleh dari penjualan jasa dan barang yang telah diciptakan untuk memenuhi kebutuhan tertentu. Sebuah perusahaan membutuhkan peran manajer pemasaran yang bertugas untuk melaksanakan dan memilih kegiatan pemasaran tertentu yang bisa membantu pencapaian tujuan (dalam hal ini, laba) yang diinginkan oleh organisasi. Sampai di sini kita akan bertemu dengan satu lagi konsep lain yang terintegrasi dengan konsep “pemasaran”, yakni “manajemen pemasaran”

Download slide presentasi yang sangat memikat tentang Marketing Strategy, Manajemen Pemasaran, dan Blue Ocean Strategy DISINI.

A.2 Definisi Manajemen Pemasaran

“Manajemen” merupakan sebuah kata, di mana perencanaan dan pelaksaan rencana yang telah disusun menjadi konsep krusial untuk dipahami. Dalam konsep manajemen, seseorang membutuhkan kemampuan untuk membuat rencana dan strategi, serta laku pembayangan atas apa yang perlu dilakukan untuk mengeksekusi rencana tersebut.

Dalam sebuah organisasi atau perusahaan, ada rencana jangka panjang yang biasanya membutuhkan waktu lebih lama dalam hal pengimplementasiannya. Pelaksanaan rencana manajerial dilakukan dengan cara mendelegasikan tugas kepada para bawahan yang dianggap mampu untuk melaksanakannya.

Ada tiga pokok tugas yang berkaitan dengan manajemen, yakni:

1) Persiapan rencana, meliputi perancangan strategi umum yang berlaku bagi sebuah perusahaan.
2) Pelaksanaan rencana
3) Dan terakhir, evaluasi yang diadakan dengan cara menganalisa dan mengawasi pelaksanaan rencana. Biasanya pada akhir waktu pelaksanaan rencana muncul sebuah laporan yang dipakai untuk mengukur kemungkinan penyimpangan rencana sekaligus mengukur hasil yang telah dicapai.

Dalam kaitannya dengan definisi manajemen seperti yang telah disampaikan di atas, kita bisa meletakkan manajemen pemasaran dalam makna tersendiri, yakni: kegiatan yang berkaitan dengan perencanaan, analisa program, pelaksanaan, dan fungsi pengawasan program-program yang telah dirancang sebelumnya.

Kegiatan ini dimaksudkan sebagai cara untuk menopang transaksi dengan calon pembeli di pasar yang dituju. Ketika menyusun rencana, fungsi analisa menjadi sangat penting, karena dengan analisa rencana bisa dibuat menjadi lebih tepat sasaran dan lebih matang.

Pada saat bersamaan, penting bagi para manajer pemasaran untuk berpikir mengenai penerapan rencana, yang intinya terkait dengan kegiatan macam apa yang dibutuhkan untuk menjalankan rencana tertentu. Sedangkan yang terakhir, yakni pengawasan, dibutuhkan untuk meminimalisir terjadinya penyimpangan-penyimpangan yang mungkin muncul ketika aktivitas berlangsung.

A.3. Konsep Pemasaran dan Kaitannya dengan Manajemen Pemasaran

Konsep pemasaran berhubungan secara langsung dengan filosofi pemasaran, di mana ini berkaitan erat dengan bagaimana sebuah produk atau jasa memberi kepuasan terhadap kebutuhan dan keinginan konsumen/pembeli.

Dengan demikian, semua kegiatan perencanaan dan eksekusinya haruslah diarahkan untuk membuat tujuan ttersebut menjadi nyata. Meski orientasi pembeli menjadi sesuatu yang sulit ditebak, namun konsep ini perlu untuk dilaksanakan. Penjualan barang dan jasa bisa meningkat bila produsen:

1) Memproduksi barang yang mudah dirawat
2) Memproduksi barang yang mudah dibeli
3) Dan memproduksi barang yang mudah digunakan

Ketiga cara di atas tentu merupakan filosofi yang sederhana, namun dalam banyak hal dapat menunjang keberhasilan bisnis yang telah direncanakan. Terdapat tiga elemen pokok dalam konsep pemasaran, yakni:

1) Koordinasi dan integrasi
2) Jumlah penjualan
3) Dan orientasi pembeli/pasar/konsumen.

Dari ketiga pokok di atas, pembeli merupakan orientasi pertama, atau prioritas, dalam mata rantai pemasaran. Oleh karena itu konsep pemasaran harus mempraktikkan beberapa hal, termasuk:

1) Memilih strategi yang terbaik. Strategi di sini bisa menitikberatkan pada beberapa hal, misalnya harga yang murah, kualitas produk mumpuni, atau model inovatif dan menarik.
2) Penelitian konsumen harus dilakukan, gunanya untuk menafsirkan, menilai, sekaligus mengukur keinginan mereka.
3) Menentukan produk yang dijual dan bagaimana merancang program pemasarannya.
4) Menentukan kebutuhan pokok pembeli dan sasaran yang ingin dituju.

Secara filosofis bisa dibilang bahwa pemasaran menitikberatkan pada pemuasan kebutuhan konsumen, yang menjadi syarat sosial dan ekonomi yang pada gilirannya menopang hidup perusahaan secara keseluruhan.

A.4. Bagaimana Sistem Pemasaran Berlangsung

Sistem atau pola pemasaran erat kaitannya dengan manajemen pemasaran. Karena keterkaitan macam itu, ada beberapa faktor yang saling berinteraksi dan pada saat bersamaan saling bergantung satu sama lain. Adapun faktor-faktor tersebut adalah:

1) Produk tertentu (barang, ide, jasa, dan lain sebagainya) yang sedang/akan dipasarkan.
2) Organisasi tertentu yang melaksanakan tugas terkait dengan pemasaran produk
3) Para perantara perdagangan yang membantu mengelola arus barang/jasa. Mereka ini adalah agen pengangkutan, pedagang besar, pengecer, dan lain sebagainya.
4) Pasar yang dituju oleh produsen.
5) Demografi, teknologi dan persaingan dengan produsen lain, faktor budaya dan sosial, kondisi ekonomi, dan berbagai macam faktor lingkungan lainnya.

Sebagai sebuah sistem, pemasaran tergantung pada bagaimana keputusan manajerial diambil dengan mempertimbangkan kaitan antara kelima faktor di atas.

Sebagai sebuah sistem, keberadaan lembaga tertentu yang melakukan tugas pemasaran produk mesti menyadari bahwa ada banyak faktor yang berpengaruh terhadap bagaimana hubungan antara perusahaan dengan pasarnya akan berlangsung.

A.5. Peran Manajemen Pemasaran

Karena pemasaran merupakan proses manajerial dan sosial sekaligus, ada beberapa peranan penting di dalamnya, yang tidak hanya bertujuan untuk mengambil untung dari penjualan sebuah produk barang atau jasa, melainkan juga memnuhi kebutuhan konsumen melalui penawaran, permintaan, dan pertukaran nilai sebuah produk yang dihasilkan. Ada beberapa poin penting terkait dengan peran manajemen pemasaran:

1) Permintaan: manajemen pemasaran berperan dalam menghitung akumulasi keinginan atau kebutuhan yang potensial untuk digarap sebagai ladang bisnis, misalnya: pendidikan, perumahan, makanan, dan lain sebagainya.

2) Keinginan: manajemen pemasaran berperan dalam mengelola keinginan pada kondisi di mana ada permintaan yang spesifik, seperti: pendidikan tinggi, makanan bergizi, dan lain sebagainya.

3) Kebutuhan: manajemen pemasaran berperan dalam memenuhi kebutuhan dasar manusia, misalnya: makan, minum, pendidikan, pakaian, dan lain sebagainya.

Karena peranan manajemen pemasaran yang tidak kecil, maka dalam lingkup tersebut dikenal beberapa istilah penting, seperti nilai (dibentuk dari perkiraan angka kepuasan konsumen), biaya (harga yang harus dibayar konsumen untuk sebuah produk), produk (ide, jasa, maupun barang konsumsi), pasar (tempat di mana orang melakukan transaksi), dan kepuasan (tingkat kepuasan konsumen terhadap sebuah produk).

Lambat laun, manajemen pemasaran berkembang dan menghasilkan beberapa konsep penting mengenainya, yakni:

1) Konsep produk: inovasi, kinerja, kualitas yang diburu konsumen.
2) Konsep produksi: produksi barang dalam jumlah banyak dan dengan harga murah.
3) Konsep pemasaran berorientasi pada masyarakat: yakni konsep yang ikut memperhatikan kesejahteraan masyarakat.

4) Konsep pemasaran: mengacu kepada aktivitas pemasaran yang terorganisir.
5) Konsep penjualan: aktivitas promosi dan penjualan di mana terdapat laba yang yang diambil dari volume penjualan.

Download slide presentasi yang sangat memikat tentang Marketing Strategy, Manajemen Pemasaran, dan Blue Ocean Strategy DISINI.

B. Pengambilan Keputusan terkait Pemasaran Produk

Dalam lingkungan perusahaan organisasi, biasanya orang tidak bisa menghindari situasi penuh ketidakpastian dan kompleksitas sistem yang bekerja di dalamnya, dan manajer pemasaran akan selalu berhadapn dengan hal-hal tersebut. Dalam sebuah sistem manajemen pemasaran, ada beberapa jenis keputusan yang harus diambil, dan biasanya terkait dengan penetapan harga, promosi, produk, dan distribusi.

Dilihat secara keseluruhan, banyak faktor seperti persaingan, kondisi budaya, perekonomian nasional, dan demografi yang turut berpengaruh dalam pengambilan keputusan. Meski demikian, kondisi inheren dan faktor-faktor tersebut biasanya berada di luar kekuasaan dan pengawasan manajer pemasaran.

Pengambilan keputusan tersebut tidak terlepas dari pengaruh faktor-faktor lingkungan ekstern seperti, demografi, kondisi perekonomian, kebudayaan, persaingan dan sebagainya. Semua ini berada diluar pengawasan manajer. Meski demikian, manajemen pemasaran mengisyaratkan beberapa hal yang harus dilakukan untuk mengetahui dengan baik kondisi lapangan di mana produk jasa atau barang akan dijual. Salah satu hal yang harus dilakukan adalah analisa.

B.1. Analisa Tradisional

Keputusan manajemen sebaiknya rasional, dengan proses pengambilan keputusan yang logis dan juga selaras. Untuk mencapai keputusan rasional, orang bisa menggunakan metode analisa tradisional sebagai pendekatannya. Setidaknya ada lima tahap yang terkait dengan metode tersebut, yakni:

1) Pendefinisian masalah: Identifikasi masalah membantu untuk memetakan halangan dan hambatan tertentu. Identifikasi masalah akan membantu manajer pemasaran memiliki kesempatan awal dan mendapat arah yang benar dalam pemasaran produknya.

2) Beberapa alternatif yang perlu dirumuskan: Menghadapi sebuah masalah pemasaran tentu menuntut manajer untuk menyiapkan berbagai alternatif cara untuk mendapat penyelesaian yang jitu.

3) Analisis terhadap alternatif yang tersedia: Alternatif tentu saja harus dinilai, dan faktor-faktor yang diperlukan untuk menilai alternatif harus diatur rapi dan juga dikumpulkan. Beberapa faktor mungkin bisa diperoleh dengan mudah, semenatra beberapa yang lain terlalu mahal oleh karena itu tidak berguna. Dengan melakukan analisa terhadap alternatif yang ada, manajer pemasaran bisa mengambil kesimpulan untuk menentukan keburukan maupun kebaikan alternatif tertentu.

4) Penyelesaian yang harus diusulkan: Ketiga tahapan di atas harus dilampaui, dan jika sudah, maka seorang manajer akan bisa menyarankan sebuah penyelesaian masalah yang logis.

5) Rencana tindakan: Pengambilan keputusan juga terkait dengan rencana tindakan, yang dipakai untuk menentukan kapan keputusan tersebut bisa dilakukan. Dengan melakukan hal ini, orang bisa menemukan beberapa faktor penting yang bisa dimasukkan ke dalam analisa namun belum disadari betul fungsinya.

B.2 Marketing Mix sebagai Metode

Pada bidang seperti manajemen pemasaran, proses pengambilan keputusan akan selalu melibatkan penggunaan variabel tertentu dalam kerangka marketing mix, yakni:

1) Faktor pasar: Paar merupakan variabel terpenting, sekaligus variable yang selalu memberi tekanan. Karena di pasarlah sebuah produk atau jasa akan ditawarkan.

2) Keputusan distribusi, promosi, dan harga serta hubungannya dengan variabel tentang produk: Sebuah produk akan selalu berpengaruh terhadap sejumlah keputusan mengenai biaya distribusi, promosi, dan harga. Sebab sebuah produk memiliki hitungan harga produksi, proses pembuatan, penggunaan peralatan untuk membuatnya, dan lain sebagainya.

3) Volume penjualan: Variabel ini mengisyaratkan penghitungan mengenai seberapa besar efektivitas pengeluaran terhadap jumlah penjualan.
4) Kerangka marketing mix untuk beberapa varian produk: Setiap jenis produk membutuhkan marketing mix yang berbeda. Sebuah perusahaan dapat memaksimalkan laba dan volume penjualan jika marketing mixnya sudah sesuai dengan tawaran perusahaan.

5) Volume penjualan yang dipengaruhi oleh saingan dan perusahaan: Marketing mix mengisyaratkan perusahaan untuk mengeluarkan semakin banyak usaha, yang berarti akan semakin besar pula volume penjualannya. Semakin besar marketing mix, maka semakin besar presentase penjualan total dari sebuah perusahaan.

B.3. Pengambilan Keputusan: sebuah model yang bisa dicontoh

Ada elemen-elemen tertentu yang berpengaruh terhadap pengambilan keputusan. Dan biasanya sebuah model pengambilan keputusan akan terkait pula dengan faktor-faktor tertentu yang menjadi bagian langsung dari elemen-elemen di bawah ini:

1) Pengawasan lingkungan: Sebuah perusahaan biasanya memiliki sumber-sumber yang terbatas, dan biasanya pula sangat terpengaruh oleh faktor-faktor lingkungan, seperti politik dan hukum, budaya, sosial, ekonomi, serta persaingan dan teknologi.

2) Penentuan marketing mix.

3) Prosedur pengawasan: Ini terkait dengan tahap tertentu dalam sistem pengawasan, yakni penentuan standar kerja, pengukuran kinerja, memilih kriteria pengawasan, membandingkan hasil dengan standar, serta melakukan pengawasan terhadap kejadian tertentu.

4) Penentuan tujuan produk: Elemen ini biasanya berupa penentuan tujuan khusus dari setiap penawaran yang ada, dan biasanya pula diakitkan dengan beberapa masalah, seperti market share, laba, volume penjualan, dan pengembangan investasi.

5) Analisa pasar yang dilakukan: Apapun keputusan yang diambil terkait dengan produk, hal pertama yang perlu dilakukan adalah analisa terhadap pasar. Analisa macam ini akan membantu membuka kesempatan bagi perusahaan untuk mengenalkan produk terbaru yang dianggap menguntungkan.

6) Penerapan keputusan terkait dengan marketing mix: Ini melibatkan beberapa jenis pertanyaan, seperti: di mana, kapan, bagaimana, mengapa, siapa, dan apa.

B.4. Beberapa Tugas yang diemban Manajemen Pemasaran

Seperti yang telah kita lihat di atas, manajemen dijalankan dengan maksud untuk mengubah sumber-sumber daya menjadi sebuah produk untuk memenuhi kebutuhan manusia. Tugas utama manajemen pemasaran bisa dilihat terutama dari segi fungsi manajemennya. Berikut beberapa daftar tugas yang biasanya diemban oleh manajemen pemasaran:

1) Mengembangkan konsep tertentu dari sebuah produk yang bertujuan untuk melayani dan/atau memuaskan kebutuhan tertentu.
2) Mempelajari keinginan dan kebutuhan konsumen.
3) Mengembangkan brand dan hal-hal terkait pengemasan
4) Merancang desain produk
5) Mengatur distribusi
6) Menetapkan harga supaya bisa memperoleh RoI (Return on Investment) yang layak
7) Memeriksa penjualan
8) Dan menciptakan pemasaran yang komunikatif dan efektif, melalui penggunaan media dan sumber-sumber lain yang tepat.

Download slide presentasi yang sangat memikat tentang Marketing Strategy, Manajemen Pemasaran, dan Blue Ocean Strategy DISINI.

C. Manajemen Pemasaran dan kaitannya dengan Permintaan

Pemasaran tidak hanya terkait dengan penawaran, melainkan juga terkait erat dengan bidang lain, yakni permintaan produk. Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang penjualan sebuah produk harus menyadari bahwa tingkat permintaan pasar bisa disusun dan susunannya bisa menjadi sebuah hal yang diharapkan. Tingkat permintaan nyata bisa saja berada di atas, sama, atau di bawah dari tingkat permintaan yang diharapkan. Karena itulah tingkat permintaan bisa berbeda-beda, dan setiap manajer pemasaran akan mengemban tugas yang berbeda pula terkiat dengan bagaimana ia akan mengelola jenis-jenis permintaan yang ada. Oleh karena itu manajer pemasaran harus mengenali beberapa hal penting terkait dengan jenis-jenis permintaan.

C.1. Permintaan negatif

Ini bisa dilihat manakala segmen pasar potensial ternyata tidak menyukai jasa atau produk yang ditawarkan oleh perusahaan tertentu. Dalam kondisi tertentu, para konsumen yang menyuarakan permintaan negatif terkadang bersedia membayar untuk menghindari produk tersebut. Jika kondisi ini muncul, maka manajer pemasaran bertugas untuk mengkonversi permintaan negatif menjadi permintaan positif. Untuk melakukan hal ini bisa diterapkan cara-cara tertentu seperti promosi untuk mengenalkan sebuah produk, misalnya.

C.2. Permintaan Latent

Permintaan jenis ini muncul bila ada sekelompok orang yang memiliki kebutuhan kuat namun tidak ada wujudnya, baik dalam bentuk jasa dan barang. Adanya permintaan ini memberi banyak kesempatan kepada manajer untuk mengembangkan jasa dan barang yang dibutuhkan oleh kelompok konsumen yang dimaksud.

C.3. Tidak ada permintaan

Kondisi ini biasanya mengacu kepada hal di mana sekelompok konsumen tidak berminat sama sekali terhadap penawaran suatu jasa atau barang. Artinya adalah, barang sudah telanjur diproduksi namun tidak dibutuhkan oleh kelompok tertentu.

Dalam hal ini, manajer pemasaran harus mencari kiat yang bisa membantu membentuk nilai barang sehingga dibutuhkan.

Kondisi di mana permintaan tidak ada juga bisa dikenali ketika barang bernilai di sebuah pasar, namun tidak bernilai di pasar yang lain. Di sinilah seorang manajer harus menciptakan kondisi di mana permintaan bisa muncul di pasar yang berbeda, untuk jenis barang yang sama.

Kondisi terakhir dalam kerangka ”tidak ada permintaan” muncul misalnya jika pasar tidak mengetahui keberadaan barang baru oleh karena barang tersebut baru dibuat dan ditemukan. Seorang manajer, ketika menghadapi kondisi ini, harus menyebarkan informasi tentang barang tersebut supaya orang tahu dan tertarik membelinya.

C.4. Permintaan yang Menurun

Ini adalah keadaan di mana permintaan terhadap sebuah jasa atau barang di sebuah pasar semakin berkurang dibandingkan periode tertentu yang telah diukur sebelumnya. Dan biasanya kondisi penurunan permintaan akan berlanjut bila tidak ada usaha untuk memperbaiki penawaran dan usaha-usaha penawaran. Pada titik ini, manajer pemasaran bertugas mengembangkan dan meningkatkan permintaan supaya tidak angka permintaan terhadap sebuah barang tidak menurun.

C.5. Permintaan tidak teratur

Ini adalah jenis permintaan di mana pola angka permintaannya tidak teratur. Bisa naik bisa pula turun, dan sangat tergantung pada fluktuasi musim dan lain sebagainya. Ini banyak terjadi, misalnya, pada perusahaan yang bergerak di bidang penjualan jasa perhotelan.

Tugas manajer pemasaran adalah mengubah pola permintaan dengan cara menerapkan cara tertentu, seperti misalnya memberikan harga penginapan yang murah di musim di luar liburan, dan sebaliknya, menerapkan harga mahal ketika musim liburan tiba.

C.6. Permintaan Berlebihan

Secara singkat, ini adalah sebuah keadaan di mana angka permintaan jauh lebih besar dari angka penawaran sehingga perusahaan tidak bisa memenuhi ketersediaan barang. Tugas manajer pemasaran berikutnya adalah mengurangi permintaan dengan menerapkan strategi tertentu, misalnya mengurangi kegiatan promosi dan menaikkan harga barang yang dimaksud.

C.7. Permintaan Penuh

Ini merujuk kepada sebuah keadaan di mana tingkat angka permintaan pada saat sekarang sama dengan angka permintaan yang diharapkan, atau telah disebut sebelumnya dalam perencanaan pemasaran. Tugas manajer pemasaran dalam hal ini adalah mempertahan pemintaan dengan cara mengendalikan biaya, tetap berpromosi, dan mempertahankan harga jual.

C.7. Permintaan tidak sehat

Ini adalah kondisi di mana permintaan terhadap jasa atau produk tidak bisa dipenuhi oleh perusahaan oleh karena karakteristik produknya sendiri yang dinilai kurang baik, tidak sehat, atau malah merugikan masyarakat.

D. Melakukan Analisa terhadap Kesempatan Pasar

Salah satu tugas yang diemban oleh manajemen pemasaran adalah melakukan analisa terhadap kesempatan pasar. Ini menjadi hal yang sangat penting karena perusahaan bisa menentukan tujuannya berdasarkan analisa ini.

Perusahaan harus melihat kesempatan yang berkembang dan ada, dan bisa memulai usaha pemasaran dengan bergantung kepada sumber-sumber yang tersedia di dalam perusahaan. Kesempatan pasar, pada saat bersamaan, bisa dibedakan menjadi beberapa hal, yakni:

1) Kesempatan perusahaan yang merupakan kesempatan yang tersedia dan bisa dinikmati oleh perusahaan tertentu. Biasanya ini dikarenakan sebuah perusahaan memiliki keunggulan tertentu yang tidak dimiliki pesaingnya.

Keunggulan bisa datang dari apa saja, termasuk kemampuan untuk menentukan harga dan biaya yang lebih rendah, kemampuan untuk menggunakan banyak saluran distribusi yang lebih dari satu, dan juga kemampuan untuk mempromosikan usaha yang secara lebih aktif dibandingkan yang lain.

Kesempatan yang didapatkan oleh perusahaan ini bisa muncul dan jadi senjata yang bagus dalam sebuah kondisi di mana sebuah perusahaan sedang bersaing dengan yang lain.

2) Kesempatan lingkungan yang muncul bila ada kebutuhan tertentu yang belum bisa dipenuhi. Ini biasanya berkaitan dengan perekonomian tertentu. Kesempatan bisa datang dan biasanya dianggap sangat baik bila sebuah perusahaan mampu menyediakan kebutuhan tertentu yang memang dimaui oleh pasar yang dituju.

Dalam banyak kasus, terkadang sebuah perusahaan hanya mendapat kesempatan lingkungan, semenatra yang lain hanya mendapat kesempatan perusahaan. Secara keseluruhan, pada lingkungan bisnis di mana persaingan sangat ketat, yang paling baik adalah bisa sebuah perusahaan memiliki kesempatan lingkungan dan kesempatan perusahaan sekaligus. Atau memiliki dua jenis kesempatan dalam waktu bersamaan.

E. Manajemen Pemasaran dan Perencanaan pemasaran

Sebagaimana telah disebut di atas, perencanaan merupakan salah satu tugas pokok pemasaran, yang diperlukan guna mengantisipasi berbagai macam perubahan yang mungkin muncul di masa mendatang.

Tanpa perencanaan yang baik, sebuah perusahaan tidak akan mampu memasarkan produknya dengan baik, dan malah akan melakukan cara-cara yang cenderung melanggar etika, bahkan hukum, demi mempertahankan eksistensinya.

Secara umum perencanaan pemasaran dibagi menjadi dua jenis, yakni perencanaan jangka panjang, dan juga perencanaan jangka pendek.

Pada perencanaan jangka panjang, waktu pelaksanaan rencana bisa sampai 25 tahun, tergantung kebutuhan perusahaan. Biasanya perencanaan jangka panjang akan melibatkan banyak orang yang memang memenuhi kualifikasi top, atau orang-orang top di bidang perencanaan khusus. Dan biasanya pula, masalah yang akan dihadapi sangat luas, meliputi perluasan produk, pasar, dan pabrik sekaligus.

Sementara pada perencanaan jangka pendek, waktu eksekusi atau pelaksanaan rencana biasanya berlangsung kurang dari satu tahun. Perencanaan melibatkan oleh aktor atau pelaksana yang berada di tingkat menengah dan bawah pada sebuah perusahaan. Kampanye periklanan, pembelian bahan baku untuk produksi yang akan datang, dan lain sebagainya, merupakan deret masalah yang biasanya ditangani oleh bagian perencanaan jangka pendek.

Orang juga tidak boleh melupakan bahwa ada tiga konsep perencanaan yang mesti dipahami, yakni rencana keseluruhan perusahaan, rencana pemasaran tahunan, dan perencanaan pemasaran.

F. Menempatkan Tujuan Perusahaan

Seorang manajer pemasaran mestilah sadar bahwa tujuan perusahaan perlu ditetapkan, dan ini merupakan titik awal dari perancangan pemasaran.

Tujuan ini akan membantu manajer untuk menganalisis keadaan-keadaan dan mengambil sebuah strategi yang diperlukan guna menyukseskannya. Tanpa tujuan perusahaan, pemasaran takkan bisa berlangsung dengan baik kendati sebuah organisasi memiliki kesempatan lingkungan dan kesempatan perusahaan sekaligus. Garis besarnya, tujuan perusahaan bisa dibagi menjadi 2, yakni:

1) Tujuan khusus: Ini diperlukan sebagai pegangan untuk pelaksanaan kegiatan yang bermaksud memenuhi kebutuhan pasar. Tujuan khusus yang bisa dirancang bisa beragam, antara lain: laba jangka pendek yang harus didapat, perluasan pasar tiga bulan ke depan, atau peningkatan kualitas produk yang dihasilkan.

2) Tujuan umum: Ini adalah tujuan-tujuan yang biasanya menjadi hal-hal yang dikejar sebuah perusahaan, seperti memberi kepuasan kepada pembeli, mencari laba, menghindari kerugian, memberi kejutan lewat inovasi produk, dan lain sebagainya.

G. Bagaimana Merumuskan Rencana Pemasaran

Tingkat penjualan tertentu bisa dicapai dalam waktu yang tertentu pula, dan biasanya ini disebut dalam perencanaan pemasaran. Manajer biasanya terlibat dalam hal penetapan tingkat penjualan tertentu.

Dengan penetapan tersebut, manajer kemudian akan mengambil sejumlah keputusan di bidang personalia, keuangan, produksi, dan pemasaran. Jadi, akan ada banyak lini kerja yang terlibat. Selain itu, ada beberapa pertimbangan dalam merumuskan rencana pemasaran, yakni:

1) Alokasi anggaran pemasaran: Alokasi anggaran pemasaran biasanya dibuat tidak hanya untuk satu produk, melainkan untuk beberapa macam produk sekaligus.

Ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan alokasi anggaran pemasaran, yakni jumlah produk mix, jumlah produk line, produk yang permintaannya sedikit, dan juga produk yang permintaannya banyak di saat sekarang maupun di masa yang akan datang.

2) Anggaran pemasaran: Anggaran macam ini biasanya ditetapkan dari presentase target penjualan.

3) Target penjualan: Ini ditetapkan dengan mengambil berbagai macam pertimbangan yang muncul dari analisa tertentu atas berbagai macam strategi pemasaran yang dianggap menguntungkan.

4) Penetapan harga: Ini merupakan elemen yang mesti ditentukan dengan tetap memperhatikan banyak faktor seperti persaingan, biaya, dan permintaan. Harga merupakan sebuah elemen yang terkait dengan laba yang mungkin diperoleh, yang biasanya disebutkan di dalam rencana pemasaran.

5) Alokasi untuk marketing mix: Ketetapan yang berusaha mengalokasikan anggaran pemasaran untuk produk tertentu. Ini biasanya dikonkritkan ke dalam sejumlah angka yang terkait dengan personal selling, promosi penjualan, dan periklanan.

H. Organisasi Pemasaran

’Manajemen pemasaran’ hendaknya dipahami sebagai sebuah cara di mana orang akan mengorganisasikan sumber daya perusahaan untuk memaksimalkan keuntungan bagi perusahaan. Inilah intinya.

Dan oleh karena itu ’manajemen’ terkait pula dengan struktur optimal yang terdiri dari aktivitas yang dinilai terbaik untuk perusahaan. Struktur di sini bisa berbeda, antara satu perusahaan dengan yang lainnya. Meski demikian, perusahaan berskala besar memiliki departemen pemasaran yang membawahi bagian perencanaan produk baru, sistem informasi pemasaran, penjualan, produk, promosi, dan periklanan.

I. Bagaimana Mengendalikan Pemasaran

Manajer pemasaran memiliki fungsi pokok lain selain penerapan dan perencanaan, dan dua fungsi lain yang bisa dikenali adalah pengendalian. Pengendalian itu sendiri memiliki tiga tahap, yakni:

1) Tahu bahwa ”itu” telah terjadi: Pengetahuan diperoleh dari fakta-fakta yang berasal dari manajemen, yang biasanya bisa dibandingkan antara rencana dan hasil nyatanya. Pengetahuan awal bisa menjadi sumber yang bagus untuk menilai ada atau tidaknya sebuah penyimpangan.

2) Tahu mengapa hal ”itu” telah terjadi: Ini tentang bagaimana seorang manajer mengetahui persis alasan terjadinya atau munculnya sebuah hasil.

3) Mengambil tindakan berikutnya: Perencaaan program untuk periode mendatang, maupun perencanaan kegiatan-kegiatan tertentu untuk memperbaiki penyimpangan, merupakan bagian tersendiri dalam tiga tahap mengendalikan pemasaran.

J. Strategi Pemasaran

Sebuah peperangan menuntut seorang jendral untuk menentukan strategi perang yang akan diambil. Analogi ini tepat untuk menggambarkan sebuah kondisi di mana sebuah perusahaan sedang terlibat persaingan dengan yang lain.

Strategi yang diambil manajemen pemasaran pada umumnya bersifat permanen dan biasanya memakan biaya besar, serta sangat sulit untuk diimplementasikan jika ada perubahan dalam strategi-strategi tertentu (karena membutuhkan proses dan waktu).

Singkatnya, kebanyakan perusahaan lebih senang memakai kata ”taktik” karena alasan efektivitas. ’Taktik’ adalah sebuah konsep, cara, yang bisa diubah sewaktu-waktu tanpa perlu mengeluarkan biaya besar.

Ada dua perbedaan mendasar tentang ’strategi’ dan ’taktik’. Yang disebut pertama memiliki ruang lingkup yang jauh lebih besar dan meluas dibandingkan dengan yang disebut belakangan.

Sedangkan perbedaan kedua adalah: strategi pemasaran merupakan bagian dari perencanaan jangka panjang (yang melibatkan program tertentu), sedangkan taktik berkaitan dengan perencanaan jangka pendek.

Ada banyak hal yang mesti dipikirkan ketika merancang sebuah strategi, misalnya penentuan posisi pasar, segmentasi pasar, penentuan waktu, dan rancangan strategi marketing mix.

Meski demikian, bukan berarti ’taktik’ benar-benar berada dalam posisi yang berseberangan dengan ’strategi’.

Yang harus dipahami adalah: bila manajemen pemasaran sudah memiliki strategi yang jelas dan tersturktur, maka dibutuhkan taktik khusus untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan oleh strategi. Jadi, anda interkonektifitas antara keduanya, meski sekali lagi, mengimplementasikan taktik terlihat lebih mudah karena biaya dan efektifitasnya yang jauh lebih tinggi.

K. Kesimpulan Utama

Dari hal-hal di atas kita telah melihat elemen-elemen penting dari apa yang disebut manajemen pemasaran. Memang sepintas, konsep-konsep yang sudah dijabarkan di sini terlihat rumit dan padat. Namun begitulah sifatnya.

Pemasaran sebagai sebuah konsep ekonomi menjadi sangat penting untuk dirumuskan, karena terkait dengan banyak hal, seperti laba perusahaan dan sejauh mana sebuah jasa atau produk memenuhi dan membahagiakan keinginan konsumen.

GRATIS - 7 materi pelatihan yang WOW dan 5 ebook yang LUAR BIASA tentang Ilmu Bisnis dan Digital Marketing Download Gratis Sekarang.

Free Ebook

Dapatkan Lima Buku Dahsyat tentang Karir, Strategi Bisnis, Motivasi dan Financial Freedom secara GRATIS!