Ada beberapa variabel atau faktor yang perlu dipertimbangkan ketika membuat sebuah iklan. Faktor-faktor tersebut adalah pemborosan, jangkauan, frekuensi, lamanya pesan, dampak persuasif dan clutter.

Pemborosan merupakan bagian dari pemirsa yang bukan menjadi target pasar perusahaan. Karena media masa menarik pemirsa, pemborosan menjadi faktor yang signifikan dalam pemasangan iklan. Sebagai contoh, perusahaan berencana untuk memasang iklan kamera digital baru di majalah khusus untuk para fotografer pemula.

Studi kasus menarik mengenai online marketing strategy bisa di-akses disini.

Berdasarkan penelitian, perusahaan menemukan bahwa 450.000 pembaca akan memiliki ketertarikan pada kamera baru, dan 50.000 lainnya tidak akan tertarik. Yang terakhirlah yang mewakili pemborosan untuk iklan pada film tersebut.

Jangkauan mengacu pada jumlah penonton atau pembaca di antara para pemirsa. Untuk televisi dan radio, jangkauan merupakan jumlah total orang-orang yang terpapar iklan. Untuk media cetak, jangkauan memiliki dua komponen, yaitu sirkulasi dan tingkat passalong. Sirkulasi adalah jumlah salinan yang terjual atau didistribusikan ke pelanggan. Tingkat passalong adalah jumlah setiap salinan yang ditempatkan di pembaca lain. Sebagai contoh, setiap salinan Newsweek yang dibaca oleh sekitar 6 orang.

Frekuensi adalah seberapa sering media dapat digunakan. Yang terbesar adalah surat kabar, radio, dan televisi, dimana iklan dapat muncul setiap hari dan strategi iklan dapat diubah dengan mudah. Frekuensi yang paling sedikit adalah penggunaan direktori telepon, iklan di luar, dan majalah. Iklan di Yellow Pages dapat dipasang dan diubah hanya sekali per tahunnya.

Studi kasus menarik mengenai online marketing strategy bisa di-akses disini.

Pesan permanen mengacu pada jumlah eksposur yang dihasilkan satu iklan dan seberapa lama hal tersebut bertahan dengan penonton. Iklan luar ruangan, iklan transit, dan direktori telepon menghasilkan banyak eksposur untuk setiap iklannya. Sebagai tambahan, banyak majalah yang tetap bertahan dengan pelanggannya untuk jangka waktu yang lama. Di sisi lain, iklan radio dan televisi hanya bertahan selama 5 sampai 60 detik dan setelah itu berakhir.

Pengaruh persuasif adalah kemampuan media untuk merangsang konsumen. Televisi seringkali memiliki pengaruh persuasif yang tinggi karena mampu menggabungkan suara, video, warna, animasi, dan tampilan lainnya. Majalah juga memiliki pengaruh persuasif yang tinggi. Banyak surat kabar yang meningkatkan teknologinya untuk memberikan fitur iklan berwarna dan meningkatkan pengaruh persuasif mereka.

Clutter melibatkan jumlah iklan yang terkandung dalam sebuah program tunggal, dan lain-lain dari sebuah media. Clutter bernilai rendah jika jumlah iklan yang disajikan terbatas, seperti Hallmark menempatkan beberapa iklan yang tersebar di beberapa televisi spesial.

Clutter bernilai tinggi jika banyak iklan yang disajikan, seperti sejumlah besar iklan supermarket pada surat kabar khusus edisi hari Rabu. Jaringan televisi yang dikritik karena mengijinkan terlalu banyak clutter, terutama yang memungkinkan perusahaan untuk mensponsori iklan yang sangat singkat (misalnya 15 detik atau lebih cepat), kini semakin meningkat.

Studi kasus menarik mengenai online marketing strategy bisa di-akses disini.

Referensi:
Joel R. Evans and Barry Berman, Marketing in the 21st Century, Atomic Dog Publishing.

Download amazing FREE ebook tentang Strategi Inovasi Perusahaan - perusahaan Kelas Dunia - DISINI.