Terimakasih terutama pada Starbucks, dalam kurun waktu 20 tahun terakhir kedai kopi telah akrab dalam kehidupan orang Amerika. Setiap hari, jutaan warga Amerika mampir untuk secangkir kopi berbahan espresso.

Orang yang tidak akan bermimpi menghabiskan lebih dari 50 sen untuk secangkir kopi beberapa tahun lalu sekarang dengan senang hati mengeluarkan 3 hingga 5 dolar untuk secangkir cappuccino, mocha latte, atau vanilla-ice-blended.

Bisnis kopi specialty berkembang dengan kecepatan yang baik. Selama 20 tahun terakhir, tidak dalam satu tahun pun, walaupun dalam keadaan perang dan resesi, penjualan kopi specialty tidak berkembang. Selama bertahun-tahun, peningkatannya mencapai dua kali lipat. Sebagai tambahan, tidak ada jaringan kedai kopi yang bangkrut selama periode ini, meskipun daftar kesalahan dalam industri yang lain cukup panjang.

Dapatkan t-shirt keren dengan desain Android, Apple, Blackberry, serta kaos fan Manchester United dan Barcelona DISINI.

Starbucks, The Coffee Bean, Peet’s, Diedrich’s, dan jaringan besar lain memberikan minuman berkualitas rata-rata yang memiliki tampilan desain generik yang sama dalam perkembangannya. Bahkan, Starbucks dan The Coffee Bean sering dianggap sebagai kedai kopi “fastfood” karena desain “cookie cutte (pemotong kue)r” mereka. Karena pilihan kopi warga Amerika telah bertambah dan matang, banyak yang menuntut lebih kepada kedai kopi mereka.

Sebuah niche hadir untuk diisi dengan kedai kopi yang ramai, berkelas, berkualitas dengan atmosfir yang hangat dan mengundang. Java Café memenuhi kebutuhan ini dan mengisi niche ini. Kami menawarkan produk berkualitas dalam lingkungan yang berkelas. Terlebih lagi, lokasi berkelas tinggi kami di Jakarta menawarkan basis pelanggan campuran yang akan mempertahankan level bisnis tetap tinggi dalam setiap musim, setiap jam dalam sehari, setiap hari dalam seminggu.

Financials
Perusahaan mengantisipasi penerimaan yang segera dari konsep Java Café di Jakarta, dengan pendapatan $600.000 pada tahun fiskal pertama, meningkat hingga lebih dari $1.000.000+ pada tahun fiskal ke-tiga. Laba bersih diproyeksikan hingga rata-rata $99.000 pada tahun pertama, berkembang dengan rata-rata $265.000 pada tahun ke-tiga.

Setelah dengan seksama melacak kinerja toko Jakarta melalui sistem point-of-sale yang sangat mendetail dan dapat diperluas, kami akan menggunakan ini sebagai “cetak biru” untuk perluasan. Misalnya, penjualan harian ditelusuri dan dianalisis berdasar item, periode, dan harga barang. Persyaratan pekerja disesuaikan dengan penjualan di toko terproyeksi berdasar kinerja yang sebelumnya demi efisiensi yang maksimal. Bahkan setelah membayar lebih tinggi dari gaji rata-rata, kami berharap mengalokasikan lebih dari 25% un